Indonesian Architect Week Seoul 2017

Sep 05, 2017

Foto-foto: Dok. M Aji Surya (kumparan.com)

54 karya arsitek Indonesia saat ini sedang dipamerkan dalam ajang Indonesian Architect Week @Seoul 2017 yang dibuka oleh Dubes Indonesia untuk Korea, Bapak Umar Hadi pada tanggal 2 September 2017 akan berlangsung hingga tanggal 10 September 2017. Pameran dengan tema “Architecture and The City: Indonesian Architects, Responds, Approaches and Processes” diadakan di sebuah tempat unik yaitu sebuah pemandian umum yang sudah tidak terpakai lagi bernama Haenghwatang. Lokasi pameran ini telah diubah menjadi multi cultural art space sejak tahun 2016.
Salah seorang Kurator pameran, Danny Wicaksono menilai bahwa konsep art space ini senada dengan tema kongres Persatuan Arsitek Dunia (UIA) tahun ini yaitu Soul of City.

“Dengan konsep Soul of City, kami bermaksud menyampaikan cerita mengenai reaksi para arsitek Indonesia dalam menghadapi situasi perkotaan yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Sensitivitas dan kecerdikan arsitek-arsitek profesional Indonesia dalam mengolah gagasan arsitektur ketika berhadapan dengan masalah perkotaan dapat terlihat dalam karya-karya yang dipamerkan,” ujar Danny Wicaksono.
Karya-karya peserta pameran IAWS 2017 merupakan hasil dari kurasi yang dilakukan oleh Danny Wicaksono dan Defry Ardianta dengan kategori hunian (hotel, rumah tinggal, rusun), komersial (ruko, pasar, perkantoran, pertokoan, pusat perbelanjaan), edukasi (museum, sekolah, galeri), publik (Bangunan Pemerintahan, Bangunan Sarana Publik) dan rekreasi (taman, ruang terbuka, sarana olahraga).

54 architectural works by Indonesian architects are being exhibited in the Indonesian Architect Week @ Seoul 2017 event which was opened by Indonesian Ambassador to Korea, Mr. Umar Hadi on September 2, 2017 and it will be held until September 10, 2017. The exhibition with the theme “Architecture and The City: Indonesian Architects, Responds, Approaches and Processes ” is taking place at an unused public bath called Haenghwatang. The location of this exhibition has been converted into multi cultural art space since 2016.
One of the exhibition curators, Danny Wicaksono said that the concept of the art space is in line with the “Soul of City” theme of the Union of World Architects (UIA) congress this year.

“With the concept of Soul of City, we intend to convey the story of Indonesian architects responses to the current urban situation in Indonesia. The sensitivity and ingenuity of Indonesian professional architects in processing architectural ideas when dealing with urban issues can be seen in the works on display, “said Danny Wicaksono.
The works of exhibitors IAWS 2017 is the result of curation by Danny Wicaksono and Defry Ardianta  from several architectural typologies such as residential (hotel, residential, tower), commercial (shop, market, office, shops, shopping center), education (museum, school , galleries), public (Government Buildings, Public Facilities Buildings) and recreation (parks, open spaces, sports facilities).

 

Berikut ini publikasi dari Kemenlu tentang event IAWS 2017 tersebut:
http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Arsitek-Indonesia-Unjuk-Gigi-di-Seoul.aspx

Share:

 
error: Content is protected !!